Langsung ke konten utama

Menulis dan Membuat Buku Digital

Resume
Pertemuan ke 20 belajar menulis online gelombang 7 bersama Om Jay pada hari ini tanggal 27 April 2020 Pukul 13.00 s.d 15.00.

Nara sumber: Bapak Onno W Purba

Tema: Menulis dan Membuat Buku Digital

Biodata Pribadi :

Bapak Onno Widodo Purbo dilahirkan di Bandung Jawa Barat, 17 Agustus 1962 ; umur beliau 57 tahun. Beliau adalah seorang tokoh dan pakar di bidang teknologi informasi asal Indonesia, selain pakar bapak Onno juga dikenal sebagai penulis, pendidik dan pembicara di Seminar. Beliau juga sebagai Aktivis yang dikena dalam upaya memperjuangkan Linux. Karya inovatifnya diantaranya adalah wajanbolic sebagai upaya koneksi internet murah tanpa kabel dan RT /RW- Net sebagai jaringan komputer swadaya masyarakat untuk menyebarkan Internet murah, serta penerapan Open BTS.

Ia memulai pendidikan akademis di ITB pada jurusan teknik elektro tahun 1981 dan lulus dengan predikat wisudawan terbaik, kemudian melanjutkan studi ke Kanada dengan beasiswa dari PAUME.

Ia juga aktif menulis dalam bidang teknologi informasi, media, seminar, konferensi nasional maupun internasional dan percaya filosofi copyleft (sumber terbuka), banyak tulisannya dipublikasikan di Internet secara gratis.

Sebagai pakar Teknologi Onno hanya menggunakan netbook dan telpon seluler Android merek lokal. Pada tahun 2013 ia bergabung sebagai Dosen di Surya University. Universitas ini didirikan oleh fisikawan ;Prof Yohanes Surya Ph.D.


Menulis dan cara membuat buku digital atau elektronik atau yang sering didengar dengan istilah e- ebook mulai dikerjakan oleh akademisi, penulis dan penerbit buku. Disisi lain, buku teks dalam bentuk yang nyata (fisik) juga bukan berarti ditinggalkan begitu saja.  Banyak penulis yang sebenarnya menerbitkan buku kepenerbit buku dalam dalam dua bentuk, yaitu elektronik dan fisik.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jangkauan dari buku yang nyata (fisik)  apabila tidak dapat didistribusikan dalam skala yang jauh. Kondisi ini juga tidak dapat dilepaskan dari buku elektronik dimana semua orang bisa mengakses buku tersebut melalui fasilitas Internet.

Dengan begitu masyarakat tidak perlu mencari buku teks tersebut ditoko buku karena bisa melalui Internet. Kemudahan inilah yang kemudian banyak mendorong penulis untuk menerbitkan bukunya dalam bentuk elektronik.

Selain kemudahan akses yang didapatkan oleh penulis ataupun pembaca e-book juga memiliki kelebihan lain yang sifatnya lebih praktis dan modern. Praktis dalam artian bahwa buku teks tersebut dapat dibawa oleh masyarakat dimana pun mereka berada tanpa membawa barang barang yang berat.

Hal tersebut menjadi pilihan yang tepat dimana e- book dapat disimpan didalam labtop atau handphone yang sifatnya lebih praktis.  Puluhan hingga ratusan e-book bisa dibawa setiap hari dimana pun mereka berada. Berbeda dengan buku yang secara fisik berukuran besar.

Tentu masyarakat tidak bisa membawa puluhan hingga ratusan buku dalam jangka waktu yang sama. Selain itu, e-book juga memiliki karakteristik modern karena menggunakan teknologi informasi sebagai sarana untuk mengakses buku tersebut.  Diera digital seperti saat ini, hampir setiap orang didunia bisa mengakses Internet melalui teknologi yang dimilikinya.

Bagi penulis dan penerbit buku, cara membuat buku digital pada dasarnya tidak terlalu rumit. Pada awalnya, penulis dan penerbit buku tentu menggunakan aplikasi Microsoft Word sebagai sarana untuk membuat tulisan, gambar, grafik, dan lain sebagainya yang ingin disampaikan di dalam buku tersebut.

Apabila tulisan sudah jadi secara keseluruhan, maka format dalam bentuk Word tersebut harus diubah dalam format PDF. Setidaknya ada dua alasan yang membuat tulisan tersebut harus diubah ke dalam format PDF yaitu keamanan dari tulisan itu sendiri dan kepraktisan dari e-book yang akan diterbitkan.

Keamanan disini artinya PDF tidak mudah di edit atau diubah orang lain seenaknya. Sehingga orisinalitas tulisan penulis masih bisa terjaga.  Disisi lain, format PDF akan menjadi kan e-book praktis karena formatnya yang lebih rapi dan bisa diakses melalui gadget.  Oleh karena itu, format PDF menjadi format yang wajib digunakan untuk para penulis e-book.

Setidaknya ada dua cara membuat buku digital yang bisa digunakan untuk mengubah format Word ke dalam format PDF yaitu secara  ofonline dan online. Secara offline dalam artian bahwa proses untuk mengubah file tersebut dilakukan tanpa menggunakan bantuan Internet.

Cara membuat buku digital ini bisa digunakan oleh penulis ketika sedang membuka Microsoft Word.  Pilihan untuk menyimpan file tersebut ke dalam format PDF sudah tersedia didalam fasilitas aplikasi tersebut. Di sisi lain, secara online mengandung maksud bahwa proses pengubahan dari Word ke  PDF memerlukan bantuan Internet.

Dengan kata lain penulis bisa menggunakan cara ini dengan membuka beberapa website yang menggunakan jasa untuk mengubah format tersebut. Kelebihan dari aplikasi online yaitu tidak hanya untuk diubah ke dalam bentuk PDF, tetapi format PDF pun juga bisa diubah kedalam bentuk Word.

Pertama, penulis bisa mengubah file dalam format Word kedalam PDF melalui sistem offline. Biasanya disetiap aplikasi Microsoft Word ada pilihan untuk disimpan kedalam bentuk PDF yaitu bagian Save  As .

Apabila Microsoft Word belum menyediakan pilihan tersebut maka penulis bisa mendownload aplikasi tersebut melalui https ://www.microsof. com /en- us /download.  Apabila telah berhasil didownload, langkah selanjutnya adalah dengan menginstal aplikasi tersebut.

Kedua, penulis dan penerbit bisa mengubah format file dari Word ke PDF dengan menggunakan akses Internet ( online).

Budi Artopo
SDN MeLikan Rongkop

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME 12 : Karya Inovasi yang Lahir dari Kualitas Diri

Pertama kaLi mengenaL beLiau adalah saat beliau dan Bu Laily Amin Fajriyah, M.Pd menjadi narasumber pembimbingan OGN tingkat kabupaten Gunungkidul Tahun 2018 untuk maju ke tingkat Provinsi tahun 2019. Semenjak saat itu saya sadar, begitu banyak yang harus saya perbaiki dan bisa saya raih. Ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ya, sampai tingkat Provinsi saya bertemu dengan orang-orang yang jauh lebih hebat dan sangat berpengalaman. Apalagi Pikiran saya terpecah karena disaat yang sama saya harus membuat rancangan AktuaLisasi CPNS.  Tapi ALkhamduLiLLah, tali silaturahmi tetap terjaga. Saya masih diperkenankan bertemu dengan beliau diberbagai kesempatan untuk menimba ilmu dan pengalaman. Dan ketika ada moment dimana terdapat materi OGN dan Gupres. Maka orang yang pertama muncul adalah beliau berdua ini. Dan malam ini beliau menjadi narasumber Grub MenuLis Gelombang 7. Berikut secara singkat saya resume beberapa inti yang disampaikan: Nama: Tri Ag...

RESUME 3 : Membangun Branding Melalui BLog dan Medsos

Brand? Setahuku merk atau juduL. Tapi setelah malam ini, saya tahu kalau branding itu adalah sebuah identitas diri. Sebuah ciri khas setiap individu yang tidak dimiliki oleh orang lain. Layaknya font setiap orang yang tidak mungkin sama dengan gaya tulisan orang lain. Dewasa ini, hampir setiap orang sudah bergantung dengan android. Entah gamer atau itu media sosial. Dengan tujuan yang berbeda-beda pula. Dan tujuan saya membuat branding bLog ini serta mempublikasikan melalui sosial media adalah untuk mengembangkan potensi diri dan untuk menjadi guru profesional sesuai perkembangan zaman di industri 4.0 ini. Nama : Budi Artopo Instansi : SDN MeLikan Rongkop, GunungkiduL, Yogyakarta