Langsung ke konten utama

JENGKEL dan DONGKOL


Pernah suatu ketika lihat di rumah makan ada menu makanan yang membuat janggal dan penasaran. Bentuknya bulat bertabur bumbu berwarna merah nan menggoda. Memang pedas itu favorit saya, makanya tanpa rem aku sikat aja.

Sampai di dekat si lauk aneh itu, aku mencium aroma yang makin aneh. "Halah, mesti saudara Ama si Pete." Anggapanku mendakwa begitu saja. Tapi disisi lain muncul bisikan yang berlawanan. "Kalau ini kerabat dekat Pete, berarti bikin polusi seruangan nantinya." 

Tanpa berpikir panjang, akhirnya aku ambil beberapa sendok lauk itu, dua buah aja cukup. Sambil berjalan menuju meja makan, yang ternyata antrian sudah ramai di belakangku.

Ku pecah jengkol jadi beberapa bagian, dan yang paling besar aku makan tanpa nasi. Doooooorrrr, benar-benar mantab. Ternyata rasanya mewah sekali. Suapan kedua pakai nasi juga makin berasa jengkolnya. 

Tanpa berpikir panjang, aku langsung kembali ke tempat makanan dengan lauk yang berjejer tadi. Karena memang jengkol ini menambah nafsu makan berlipat ganda. Tapi apa hendak dikata, yang nampak hanya jengkol raksasa dari kaca alias piring sajinya saja. Tinggal minyak dan biji cabai merah yang tertinggal di atasnya.

Hari berikutnya, aku ke rumah makan yang sama. Tak ku jumpai menu jengkol yang ditata di meja. Saat aku tanya pegawainya ternyata tidak ada menunya. Kemarin hanya bahan olahan masakan hasil buah tangan anaknya dari Jakarta. Jengkel dan dongkol, akhirnya aku beri nama itu semur jengkol (ngaku-ngaku aja). 

Budi Artopo
SDN MeLikan Rongkop Gunungkidul Yogyakarta

Komentar

  1. Mantap,tak sia -sia aku membacanya ...,

    BalasHapus
  2. Pandangan pertama yg mengoda setelah dicoba memang betul betul menggoda
    Http: //Desinajwa.blogspot.com
    Jjs ya bapa bapak... Heeeee

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME 10: Mie Ayam Bakso GunungkiduL

Sebagai warga asli Gunungkidul, boleh dong pamer kuliner yang satu ini. Yeeees, mie ayam bakso. Saya punya beberapa tempat yang rekomend banget buat semua. 1. Mie Ayam Terenak (Prima Rasa) Yang terenak dan termewah adalah Mie Ayam Bakso Prima Rasa (yang akrab disebut Ngeposari). Istimewa banget karena rasanya yang khas. Dagingnya gak pelit hlo ini. Jadi mie Ayam nya tertutup sama bakso, sawi, ayam, dan acarnya. Harganya Rp.16.000,00 sudah tambah es teh/ es jeruk. Yang spesial dari Ngeposari adalah rasa ayam dan kuah Mie Ayam Bakso benar-benar terasa bumbu dan rempah-rempahnya. Saat lebaran, banyak pemudik yang bernostalgia disini.  2. Mie Ayam Terbanyak ( Pak Muji) Kalau kamu lapar tapi kantong tipis. Aku saranin ke Mie Ayam Bakso Pak Muji ( Besole). Yeeees, ini mie ayam dengan ukuran dua kali mie ayam yang lain dengan harga Rp.13.000,00 aja. Kalau kamu baru pertama kali kesini dan belum punya skill dewa untuk mengaduknya, pasti akan tumpah deeh. Kalau Prima Ra...

RESUME 3 : Membangun Branding Melalui BLog dan Medsos

Brand? Setahuku merk atau juduL. Tapi setelah malam ini, saya tahu kalau branding itu adalah sebuah identitas diri. Sebuah ciri khas setiap individu yang tidak dimiliki oleh orang lain. Layaknya font setiap orang yang tidak mungkin sama dengan gaya tulisan orang lain. Dewasa ini, hampir setiap orang sudah bergantung dengan android. Entah gamer atau itu media sosial. Dengan tujuan yang berbeda-beda pula. Dan tujuan saya membuat branding bLog ini serta mempublikasikan melalui sosial media adalah untuk mengembangkan potensi diri dan untuk menjadi guru profesional sesuai perkembangan zaman di industri 4.0 ini. Nama : Budi Artopo Instansi : SDN MeLikan Rongkop, GunungkiduL, Yogyakarta

RESUME 11 : GUPRES Bapak Encon Rahman

Pernah suatu ketika saya mengikuti OGN sampai tingkat Provinsi. Dan ternyata butuh persiapan yang matang dan tidak sembarangan. Harus punya syarat dan ketentuan yang berlaku. Mulai dari PTK atau Best Practice yang dijurnalkan sampai tingkat Provinsi, narasumber serta Diklat tingkat Provinsi Dan aku juga harus terhenti begitu saja karena masa kerja yang belum 4 tahun karena diangkat menjadi CPNS di satuan pendidikan yang berbeda. Kecewa? ALkhamduLiLLah tidak. Karena dalam proses ke tingkat Provinsi saya bertemu orang-orang hebat Made in Gunungkidul. Sampai sekarang masih menjadi kakak pembimbing saya dalam beberapa hal tentang pendidikan.  Kok kakak?  Yuuups, mereka berdua hanya terpaut 4tahun dari saya akan tetapi prestasinya sudah mendunia. Ada Laily Amin Fajriyah yang menjadi juara gupres tingkat Nasional serta Tri Agus Cahyono juara OGN tingkat nasional dengan inovasi BEKAM (globe berkamera) yang sudah beliau patenkan.  Saya mengikuti kelas menu...